<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3416939160222373090</id><updated>2012-02-16T19:23:12.918-08:00</updated><title type='text'>Artikel Pendidikan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://buzer-artikelpendidikan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3416939160222373090/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buzer-artikelpendidikan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>SealLovers</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06160867549917410251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3416939160222373090.post-5640630989089413381</id><published>2008-06-04T22:14:00.000-07:00</published><updated>2008-06-04T22:18:25.346-07:00</updated><title type='text'>Pendidikan Dan Pengembangan Bakat Anak</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Selama ini pengembangan bakat anak kurang                 mendapatkan perhatian dan tempat yang berarti di dunia pendidikan kita. Padahal dalam                 rancangan kurikulum baru nanti (yang digagas), bakat merupakan salah satu faktor penting                 penentu keberhasilan seorang siswa didik. Karena itulah maka bakat seorang anak didik                 mestinya menjadi perhatian serius dari para pelaksana pendidikan untuk mengantarkan mereka                 ke gerbang keberhasilan. Bakat adalah potensi terpendam yang perlu digali dengan cermat,                 mana yang paling menonjol, kita tidak akan tahu secara pasti sebelum kita menemukannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Dalam konteks ini banyak cara dan strategi, yang sebenarnya bisa dilakukan untuk                 menggali bakat anak-anak di sekolah maupun di rumah, misalnya dengan mewajibkan setiap                 anak untuk memilih kegiatan di luar akademik (ekstrakurikuler) yang sesuai dengan minat                 dan bakat mereka. Misalnya kegiatan di bidang agama, seperti mengaji, kaligrafi, dan                 sebagainya. Di bidang seni, seperti menyanyi, menari, melukis, drum band, memainkan alat                 musik, drama, dan sebagainya. Dibidang olahraga, seperti sepakbola, bulutangkis, berenang,                 tenis meja, olahraga beladiri dan sebagainya. Dibidang keterampilan, seperti menjahit,                 menyulam, membingkai, merias, tata boga, tata busana, dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Setelah anak melakoni bidang yang dipilihnya, maka orangtua di rumah sebagai motivator                 sekaligus pengawas, dan guru di sekolah perlu melakukan evaluasi terhadap aktivitas yang                 telah dikerjakan anak. Dalam jangka waktu satu minggu atau dua minggu, anak mesti ditanya                 tentang kegiatannya, jika ia mengatakan: "bosan sudah, aku tidak suka, tidak mau                 lagi, tidak ada minat", dan semacamnya, maka pada minggu berikutnya ia disuruh                 kembali untuk mencoba lagi kegiatan yang lainnya. Sampai akhirnya anak menunjukkan                 keinginan yang besar terhadap suatu bidang, mudah memahami, dan gampang mengerjakan bidang                 tersebut serta konsisten untuk terus berkecimpung di sana, maka ia sudah bisa dikatakan                 berbakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Dengan cara seperti ini, pada akhirnya anak dengan sendirinya akan menemukan kegemaran,                 minat dan bakatnya. Sehingga apabila mereka sudah menemukan dan menentukan jati diri                 kegemaran dan bakatnya, maka mereka tinggal dorongan yang kuat dan terus-menerus dari                 orangtua atau guru agar anak mendalami bakatnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;                &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Aspek Kecerdasan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Mengapa hal ini perlu dilakukan? Sekolah mesti menyadari bahwa kualitas anak didik                 tidak bisa hanya dibentuk lewat sisi akademik. Ada delapan aspek kecerdasan yang harus                 dikembangkan dan diperhatikan oleh para guru di sekolah, sebagaimana yang diungkapkan oleh                 seorang pakar pendidikan, Garner. Ia menyebutnya sebagai &lt;i&gt;Multiple Intelegency&lt;/i&gt;,                 yakni bahasa, musikal, logika matematika, ruang bidang, budaya, gerakan, interpersonal,                 dan naturalistik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Pada aspek intelektual banyak kecerdasan yang bisa dikembangkan untuk tumbuhkembang                 anak. Namun selama ini pendidikan kita hanya terpacu dan terpaku untuk mengembangkan                 kecerdasan bahasa dan matematika saja. Padahal masih ada enam aspek lain yang menjadi                 indikator atau tolok ukur apakah seorang anak cerdas atau tidak. Misalnya kecerdasan                 musikal, ini bisa dilihat dari kemampuan anak bermain alat musik atau menyanyi, atau                 kecerdasan gerak, bisa dilihat saat menari atau berolahraga. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Pada umumnya jika kita perhatikan, sekolah tidak memberikan porsi yang cukup untuk enam                 aspek selain bahasa dan matematika. Sekolah hanya memasukannya ekstrakurikuler, dan belum                 tentu ditangani secara serius, padahal ketika anak tidak tergali bakatnya, maka selama ia                 tidak akan tahu kemampuan sebenarnya yang ia miliki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Di samping itu, masyarakat juga masih memberikan apresiasi yang baik dan menonjol hanya                 pada kegiatan akademik. Mereka menganggap murid yang nilainya bagus, pastilah pintar.                 Karena itu banyak orangtua berlomba-lomba untuk mengkursuskan atau les tambahan bagi                 anak-anaknya. Sehingga sering anak tidak memiliki waktu luang dan kesempatan lagi untuk                 mengembangkan bakat dan minatnya pada bidang tertentu, selain untuk memperdalam                 pelajarannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Sementara itu pola dan model permainan yang berkembang sekarangpun juga tidak                 mendukung. Tidak banyak permainan yang membutuhkan kreatifitas dan kemampuan fisik,                 kebanyakan statis dan tidak mendidik, misalnya &lt;i&gt;playstation&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;game&lt;/i&gt; di                 komputer. Padahal permainan yang baik adalah permainan yang merangsang pertumbuhan fisik                 anak, kreatifitas, kecerdasan dan emosi. Karenanya lingkungan juga harus memberikan                 dukungan dan kesempatan yang kondusif untuk perkembangan anak. Karena setiap anak memiliki                 potensi untuk berkembang sesuai dengan bakat, minat dan lingkungan di mana ia tumbuh. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;                &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Taktik Dan Strategi &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Di samping taktik dan strategi di atas, dalam rangka menemukan, membina dan                 mengembangkan bakat anak, baik oleh guru maupun orangtua, maka berikut merupakan cara-cara                 sederhana lainnya yang disarankan oleh para ahli, yang juga bisa diterapkan, yakni &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(1)                &lt;/span&gt; sekolah harus memulai untuk memperhatikan kegiatan ekstrakurikuler yang ada secara serius,                 kemudian mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak bahkan di &lt;i&gt;playgroup&lt;/i&gt; sekalipun berikan                 aktivitas-aktivitas yang bisa merangsang anak menggunakan tubuhnya atau bergerak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(2)&lt;/span&gt;                 Deteksilah secara dini bakat dan minat anak, berikan perhatian khusus bila bakatnya sudah                 terlihat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(3)&lt;/span&gt; Jangan sekali-kali mematikan bakat anak, biarkan mereka berkembang sesuai dengan                 tahap perkembangannya, dengan begitu ketika dewasa, bakat bisa membantu anak untuk                 berelevansi dengan lingkungannya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(4)&lt;/span&gt; Jangan memaksa kehendak, berikan kebebasan kepada                 anak dalam belajar, ikuti saja kemauan mereka selama postif. Orangtua harus bisa                 menempatkan diri mereka sebagai fasilitator, karena itu berilah kesempatan kepada anak                 untuk menyalurkan keinginan-keinginannya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(5)&lt;/span&gt; Janganlah menjatuhkan pilihan kepada anak,                 karena anak memiliki pilihan sendiri, kalau pilihan mereka negatif maka arahkan agar dia                 bisa menjatuhkan pilihan yang positif, karenya berilah anak alternatif dan jangan dipaksa                 untuk memilihnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(6)&lt;/span&gt; Jika belum menemukan bakat anak yang sesungguhnya, tidak ada salahnya untuk mencoba                 semua jenis kegiatan, karena dengan sendirinya anak yang menemukan bidangnya akan bertahan                 lama untuk melakukan kegiatan tersebut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(7)&lt;/span&gt; Untuk mengetahui bakat dan kemampuan anak                 sebaiknya dilakukan tes psikologi atau psikotes, untuk membantu orangtua dan guru                 membimbing mereka. Tes psikologi sebaiknya dilakukan secara bertahap, sesuai dengan                 perkembangannya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(8)&lt;/span&gt; Ikutkan anak dalam kursus-kursus atau perkumpulan-perkumpulan yang                 menyalurkan bakat, namun jangan paksa mereka mengikuti semua kursus mata pelajaran. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;                &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bakat adalah harta terpendam yang ada pada                 setiap anak, ia akan berkembang dengan baik manakala diperhatikan dan dibia secara baik                 pula. Kewajiban orangtua dan gurulah untuk membantu anak menemukan harta terpendam dalam                 diri mereka sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3416939160222373090-5640630989089413381?l=buzer-artikelpendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buzer-artikelpendidikan.blogspot.com/feeds/5640630989089413381/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3416939160222373090&amp;postID=5640630989089413381' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3416939160222373090/posts/default/5640630989089413381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3416939160222373090/posts/default/5640630989089413381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buzer-artikelpendidikan.blogspot.com/2008/06/pendidikan-dan-pengembangan-bakat-anak.html' title='Pendidikan Dan Pengembangan Bakat Anak'/><author><name>SealLovers</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06160867549917410251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3416939160222373090.post-6767250029241249306</id><published>2008-06-02T21:50:00.000-07:00</published><updated>2008-06-02T22:00:45.370-07:00</updated><title type='text'>Golden Rice : Kini, Dulu, dan Nanti</title><content type='html'>Dunia sempat dikejutkan dengan padi hasil rekayasa genetik "Golden Rice" (padi emas) pada tahun 2000 [1]. Padi varitas baru yang berhasil didapatkan ini adalah sebuah temuan mutakhir dalam bidang bioteknologi tanaman pangan. Varitas baru tersebut tidak bisa dihasilkan dengan persilangan biasa (&lt;em&gt;breeding&lt;/em&gt;), tetapi melalui teknik DNA rekombinan atau rekayasa genetik. Ide rekayasa padi yang mengandung beta-karoten pada awalnya muncul ketika para ahli biotek menemukan sebuah fenomena dimana terdapat banyak anak-anak yang mengalami kekurangan vitamin A terutama di benua Asia dan Afrika.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kekurangan vitamin A bisa menyebabkan kebutaan dan bisa memperburuk penderita diare, sakit pernafasan dan penyakit cacar air. Selain itu, pemberian vitamin A secara oral menjadi hal yang problematik karena kurangnya infrastruktur yang menunjang. Maka sebuah alternatif sangat dibutuhkan untuk memeratakan konsumsi vitamin A khususnya pada anak-anak. Salah satu terobosan yang bisa dilakukan adalah merekayasa padi agar bisa menghasilkan beta-karoten (provitamin A) pada biji (endosperma)-nya. Padi menjadi pilihan karena merupakan bahan pangan utama bagi hampir seluruh penduduk dunia. Bagaimana rekayasa golden rice dilakukan sehingga bijinya bisa mengandung beta karoten dan berwarna orange kekuningan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Rekayasa Padi Golden Rice&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rekayasa padi golden rice memang baru terdengar saat keberhasilan tersebut termuat dalam jurnal Science pada tahun 2000. Namun sebenarnya sekitar sepuluh tahun sebelumnya, ilmuwan Jepang telah mengawali mengisolasi gen yang menyandi jalur biosintesa karotenoid dari bakteri fitopatogenik Erwinia uredovora [2]. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa gen &lt;em&gt;CrtI&lt;/em&gt; mengkode enzim &lt;em&gt;phytoene desaturase&lt;/em&gt; yang bertanggung jawab untuk mengubah &lt;em&gt;phytoene&lt;/em&gt; menjadi &lt;em&gt;lycopene&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa tahun berselang, ilmuwan Eropa melaporkan bahwa di dalam biji padi terdapat bahan dasar (prekusor) untuk biosintesa karotenoid, termasuk beta-karoten, yaitu &lt;em&gt;geranyl geranyl diphosphate&lt;/em&gt; (GGDP) [3]. Namun secara alami biji padi tidak menghasilkan &lt;em&gt;phytoene&lt;/em&gt; karena terjadi penghambatan fungsi dari enzim phytoene synthase (PHY) dalam mengubah GGDP menjadi phytoene. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meskipun demikian, penghambatan fungsi enzim tersebut bisa dihilangkan dengan cara mengintroduksi gen phy dari tanaman daffodil (bunga narsis/ bakung) dengan menggunakan promoter spesifik untuk endosperma [3]. Selain phy dan CrtI, masih ada satu enzim lagi yang diperlukan untuk mengubah lycopene menjadi beta-karoten yaitu lycopene cyclase (LYC) yang juga berasal dari tanaman daffodil. Secara ringkas, rekayasa jalur biosintesa beta-karoten pada golden rice bisa dilihat pada skema berikut: &lt;/p&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;img alt="" src="http://www.beritaiptek.com/images/goldenrice_1.JPG" width="450" /&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Transformasi dengan menggunakan Agrobacterium menunjukkan bahwa modifikasi jalur biosintesa beta karoten berhasil dilakukan. Hal ini terbukti berdasarkan hasil analisa fotometrik dengan menggunakan HPLC (high-performance liquid chromatography) yang menunjukkan adanya karotenoid, termasuk beta-karoten, pada golden rice yaitu 1.6 mikrog/g [1]. Keberhasilan ini dilanjutkan dengan uji coba pada varietas yang berbeda seperti indica (IR 64) dan japonica (Taipei 309). IR 64 dan Taipei 309 dipilih karena kedua varitas tersebut paling banyak digemari di kawasan Asia, terutama Asia Tenggara dan China. Namun demikian, hasil yang dicapai masih kurang memuaskan karena kandungan karotenoid pada varitas IR 64 dan Taipei 309 tersebut masih tergolong rendah yaitu berturut-turut 0.4 mikrog/g dan 1.2 mikrog/g [4]. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Golden Rice 2&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Munculnya golden rice pada tahun 2000 langsung mendapat reaksi keras dari para oposisi GMO (&lt;em&gt;genetically modified organism&lt;/em&gt;). Reaksi ini muncul karena adanya kekhawatiran masyarakat akan tingkat keselamatan konsumsi golden rice. Namun polemik yang muncul tersebut tidak mematahkan semangat dua peneliti utama golden rice, yaitu Ingo Potrykus dan Peter Beyer, untuk terus berkarya dan melakukan penelitian dengan tujuan lebih meningkatkan kandungan beta-karoten pada biji padi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahkan untuk menjawab polemik yang muncul tersebut, Ingo Potrykus menulis sebuah artikel dalam jurnal Plant Physiology dengan judul "Golden Rice and Beyond" yang merupakan penjelasan menyeluruh terhadap status golden rice dan bagaimana seharusnya masyarakat umum menyikapinya [5]. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penelitian peningkatan kandungan beta-karoten pada golden rice terus dilakukan selama kurang lebih lima tahun. Fokus riset masih bertumpu pada tingkat efisiensi ke-3 jenis gen yang telah diintroduksikan yaitu psy, crtI dan lyc. Sehingga pada akhirnya para ahli tersebut merumuskan hipotesa bahwa gen psy-lah yang paling berperan dalam jalur biosintesa karotenoid tersebut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk menguji kebenaran hipotesa, mereka mengisolasi dan menguji efisiensi gen psy dari berbagai tanaman seperti Arabidopsis, wortel, paprika, jagung, tomat, bahkan padi sendiri. Pengujian awal dilakukan dengan cara overeskpresi gen-gen psy pada callus jagung. Callus dipilih karena sifat integrasinya yang stabil terhadap gen yang ditransformasikan (transgene) [6]. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seleksi efisiensi dilakukan berdasar jumlah karotenoid yang diproduksi dan warna callus (intensitas warna) yang menunjukkan tingkat efisiensi transgene. Gen psy dari jagung menunjukkan tingkat efisiensi paling tinggi dibanding dengan psy dari tanaman lainnya. Berdasar pada hasil tersebut, maka transfromasi pada padi lakukan dengan menyisipkan gen psy dari jagung bersama dengan gen crtI. Hasil yang dicapai bisa dibilang memuaskan karena kandungan karotenoid pada biji "Golden rice 2" mencapai 37 mikrog/g [7], yang berarti 23 kali lipat dibanding golden rice generasi pertama. Dari total karotenoid tersebut, 31 mikrog/g-nya adalah beta-karoten. Penampakan biji golden rice generasi pertama dan golden rice 2 bisa dilihat pada gambar berikut:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img alt="" src="http://www.beritaiptek.com/images/goldenrice_22.JPG" width="450" /&gt;&lt;/div&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;Gambar 1. Penampakan biji padi biasa (wilt type), golden rice 1 (Np Psy/crtI), dan golden rice 2 (Zm Psy/crtI)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Potensi Golden Rice 2&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;RDA (recommended daily allowance) dari vitamin A untuk anak-anak berumur 1 sampai 3 tahun adalah 300 mikrog. Sedangkan faktor konversi beta-karoten (provitamin A) dari total makanan adalah 12. Dengan menggunakan faktor konversi tersebut maka bisa dibuat semacam hitungan sederhana yaitu 24 mikrog/g provitamin A, sehingga 72 gram berat kering golden rice 2 mampu menyediakan 50% RDA untuk anak-anak. Hal ini menunjukkan bahwa golden rice 2 memiliki sebuah potensi yang besar untuk menyelamatkan anak-anak dari kekurangan vitamin A. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu lagi pertanyaan yang timbul di benak para petani dan masyarakat pada umumnya yaitu bagaimana mendapatkan benih golden rice dan mahalkah harganya? Sebenarnya pertanyaan ini sudah lama menjadi topik diskusi para perakit (ilmuwan) dan penyuntik dana riset golden rice itu sendiri (Syngenta). Dan berdasarkan berita dari IRRI (International Rice Research Institute) yang dikutip kantor berita Reuters, pengujian penanaman golden rice di lahan di Asia (Philipina) telah dimulai awal April tahun ini. Sedangkan untuk para petani, benihnya baru bisa didapatkan pada tahun 2011. Dengan mudahnya para petani mendapat benih dan membudidayakan golden rice, maka secara tidak langsung akan dapat menekan harganya. Namun terlepas dari itu semua, keamanan konsumsi bagi anak-anak untuk kelengkapan kebutuhan vitamin A tetap menjadi prioritas utama.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sumber : beritaiptek.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3416939160222373090-6767250029241249306?l=buzer-artikelpendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buzer-artikelpendidikan.blogspot.com/feeds/6767250029241249306/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3416939160222373090&amp;postID=6767250029241249306' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3416939160222373090/posts/default/6767250029241249306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3416939160222373090/posts/default/6767250029241249306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buzer-artikelpendidikan.blogspot.com/2008/06/golden-rice-kini-dulu-dan-nanti.html' title='Golden Rice : Kini, Dulu, dan Nanti'/><author><name>SealLovers</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06160867549917410251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3416939160222373090.post-1064074169825294014</id><published>2008-06-02T01:56:00.000-07:00</published><updated>2008-06-02T01:57:53.923-07:00</updated><title type='text'>TAHUKAH BAHWA ARCHAEOPTERYX BISA TERBANG SEPERTI BURUNG?</title><content type='html'>Penelitian terhadap fosil rongga otak dari burung purba yang telah berusia 150 juta tahun lebih telah menjawab pertanyaan apakah hewan itu bisa terbang seperti burung atau tidak. Dan menurut para ilmuwan, jawabannya adalah: bisa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun fosil yang diteliti di atas berasal dari burung jaman Jurassic yang dikenal sebagai Archaeopteryx. Para ilmuwan menggunakan peralatan pemindai (scanning) berteknologi tinggi untuk melihat bagian dalam rongga otak sang burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, mereka mendapatkan suatu struktur otak serupa dengan struktur burung modern yang dipakai untuk terbang dan keseimbangan tubuh. Hal ini menguatkan teori yang menyebutkan bahwa sayap-sayap Archaeopteryx bisa dipakai lebih dari sekedar membantunya meluncur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak ditemukannya fosil pertama Archaeopteryx tahun 1861, spesies ini telah menjadi sumber perdebatan di kalangan komunitas palaentologi. Burung pemangsa yang bisa tumbuh hingga 50 cm dengan sayap membentang ini memiliki kenampakan setengah dinosaurus setengah burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memiliki ciri-ciri hewan terbang seperti sayap dan bulu-bulu, namun memiliki moncong bergigi dan kaki seperti dinosaurus, serta lengan bercakar. Nah, yang kemudian ramai diperdebatkan adalah apakah burung dinosaurus ini bisa terbang lincah seperti burung modern, atau sekedar meluncur dengan sayapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, sedikit saja yang diketahui mengenai bagaimana organ-organ dalam hewan ini berfungsi. Namun Dr Angela Milner, peneliti dari Natural History Museum London, menggunakan metode scanning mutakhir yang disebut computed tomography untuk melihat bagian dalam tempurung otak Archaeopteryx yang telah menjadi fosil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piranti canggih milik Universitas Texas, Austin, ini memungkinkan para peneliti melihat celah-celah paling kecil dan halus yang terdapat di bagian dalam rongga otak. Hasil scanning kemudian dikonversikan dalam bentuk 3 dimensi menggunakan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil konversi itu sungguh menakjubkan dan mencengangkan, bahkan bagi mereka yang ahli. "Tadinya kami mengira akan mendapatkan otak seperti yang dimiliki dinosaurus," kata Dr Milner. "Ternyata kami memperoleh otak yang serupa benar dengan otak burung."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar yang dihasilkan komputer menunjukkan suatu anatomi otak yang sangat mirip dengan otak burung-burung modern, seperti elang, kenari dan lainnya. Ia memiliki saluran semicircular yang berkembang baik di telinga bagian dalamnya, yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan, serta ruang optik besar untuk fungsi penglihatan. Keduanya adalah hal penting yang diperlukan agar burung bisa terbang efisien dan bermanuver dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hasil scan pada dasarnya menunjukkan bahwa Archaeopteryx memiliki semua hal yang dibutuhkan burung untuk terbang," tambah Dr Milner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbang lebih awal&lt;br /&gt;Menurut pendapat para ilmuwan yang dimuat dalam journal Nature, penemuan di atas memberikan bukti kuat bahwa Archaeopteryx dulu menghuni angkasa seperti burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua ini menunjukkan perkembangan otak burung beriringan dengan struktur fisik yang dibutuhkan untuk terbang seperti sayapnya," kata Dr Milner. "Fakta bahwa otak Archaeopteryx serupa dengan burung, menunjukkan kemampuan terbang telah berevolusi lebih awal dari perkiraan kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menguatkan pendapat itu, para ilmuwan berencana mempelajari fosil burung-burung purba lain. Hanya saja saat ini tidak banyak fosil burung purba yang ditemukan. Khusus untuk Archaeopteryx, hanya ada enam fosil yang didapatkan di seluruh dunia, dan sebuah contoh bulunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3416939160222373090-1064074169825294014?l=buzer-artikelpendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buzer-artikelpendidikan.blogspot.com/feeds/1064074169825294014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3416939160222373090&amp;postID=1064074169825294014' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3416939160222373090/posts/default/1064074169825294014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3416939160222373090/posts/default/1064074169825294014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buzer-artikelpendidikan.blogspot.com/2008/06/tahukah-bahwa-archaeopteryx-bisa.html' title='TAHUKAH BAHWA ARCHAEOPTERYX BISA TERBANG SEPERTI BURUNG?'/><author><name>SealLovers</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06160867549917410251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3416939160222373090.post-4084368357655317506</id><published>2008-05-31T00:09:00.001-07:00</published><updated>2008-05-31T00:09:40.715-07:00</updated><title type='text'>KOMPUTERISASI DAN OTOMATISASI SISTEM IRIGASI</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Kesuburan tanah    dan luasnya lahan pertanian perlu mendapat perhatian khusus agar dapat memberikan    hasil yang optimal. Teknologi komputerisasi dan otomatisasi irigasi diharapkan    merealisasikan hal tersebut. &lt;i&gt;CAIS 8255 (Computerize and Automation Irrigation    System 8255)&lt;/i&gt; adalah sistem irigasi yang menerapkan teknologi komputer sebagai    pengendali dan pemonitoran seluruh tata pengaturan air secara langsung daari    sebuah alat pusat kontrol (komputer) dan menerapkan sistem sensor pendukung    yang bekerja secara otomatis mengendalikan pintu air.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Sistem ini meniadakan    pengawas yang berlebihan, jadi cukup sedikit operator dipusat untuk mengatur    seluruh pintu air. Sistem ini memudahkan operator dalam perhitungan dan pengotrolan,    dimana hal tersebut diproses pula lewat komputer.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Sistem ini mempunyai    sistem pendukung disamping suatu pembagian air yaiut sistem antisipasi banjir,    sistem pencatat data, sistem alarm indikator dan keamanan serta pemonitoran    irigasi, keadaan pintu air dapat dipantau, saluran yang bekerja, bila ada mesin    yang tidak bekerja, dan bila terjadi banjir dapat diantisipasi, sistem alarm    yang dimaksud mencakup sistem keamanan pengendalian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Kami memperkenalkan    sistem pembagian air bersamaan untuk awal masa tanam, karena jika pembagian    air dilakukan bergiliran akan menimbulkan gangguan pertanian, seperti walang    dan burung padi yang membuat gagal panen. Solusinya dengan pembagian air bersamaan    menuju saluran-saluran tersier.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Suatu sistem komputerisasi    CAIS 8255 terdiri ats perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras meliputi    peralatan diluar seperti Interface, dan Driver. Sedangkan perangkat lunak merupakan    suatu program yang menghubungkan antara operator dengan PC sehingga terjalin    komunikasi dua arah. Perangkat lunak akan mengeluarkan data-data melalui PC,    dimana data-data tersebut akan disalurkan kembali kepada perangkat kerasnya    untuk kemudian diproses sehingga dapat berhubungan dengan dunia luar dan mengendalikan    peralatan luar. Perangkat keras juga memberikan informasi ke dalam komputer    mengenai keadaan alam disekitarnya. Hal tersebut dapat dilakukan oleh peralatan    sensor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3416939160222373090-4084368357655317506?l=buzer-artikelpendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buzer-artikelpendidikan.blogspot.com/feeds/4084368357655317506/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3416939160222373090&amp;postID=4084368357655317506' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3416939160222373090/posts/default/4084368357655317506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3416939160222373090/posts/default/4084368357655317506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buzer-artikelpendidikan.blogspot.com/2008/05/komputerisasi-dan-otomatisasi-sistem.html' title='KOMPUTERISASI DAN OTOMATISASI SISTEM IRIGASI'/><author><name>SealLovers</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06160867549917410251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3416939160222373090.post-7653644071489793203</id><published>2008-05-31T00:01:00.000-07:00</published><updated>2008-05-31T00:07:05.719-07:00</updated><title type='text'>Temperatur dan Kelembaban Udara Dalam Unit Penangkapan Energi Matahari Sederhana</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Mengeringkan dan    menjemur telah biasa dilakukan orang. Energi cahaya matahari digunakan untuk    menguapkan air sehingga benda itu menjaadi lebih kering. Kadang-kadang penjemuran    mempunyai keuntungan lain yaitu terbunuhnya mikroba oleh cahaya ultra violet    yang terkandung dalam sinar matahari. Namun ada dua alasan utama mengapa sering    sebaiknya benda itu tidak terkena cahaya matahari secara langsung:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;   &lt;/p&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Sinar matahari, terutama cahaya      ultra violetnya, dapat mengurai zat-zat dalam bahan yang dijemur. Hasil uraiannya      sering berwarna lebih gelap sehingga kurang disukai. Misalnya simplisia yang      dalam kosmetika tradisional akan diekstrak. Bila simplisia itu dikeringkan      dengansinar matahari, ekstraknya lebih gelap dibandingkan simplisia yang dikeringkan      dalam oven.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;p align="justify"&gt;   &lt;/p&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Menjemur umumnya meletakkan      benda diluar ruangan. Ini berarti benda atau bahan tersebut dapat kehujanan      bila ada hujan disiang hari terutama apabila hujan tersebut mendadak dan bahan      yang dijemur banyak.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Banyak cara dilakukan    orang untuk memanfaatkan cahaya matahari untuk maksud pengeringan secara tidak    langsung. Mulai dari cara yang sederhana sampai ke cara yang canggih. Dalam    percobaan ini dipilih cara yang sederhana. Gagasannya memang bukan asli karena    pasti sudah dibuat orang di sana-sini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Yang dianggap asli    dalam karya ini adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;   &lt;/p&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Sederhananya peralatan sehingga      bisa dibuat oleh hampir semua orang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;p align="justify"&gt;   &lt;/p&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Sederhananya alat pengukur kelembaban      meskipun dengan demikian banyak pengandaian dan penyederhanaan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;p align="justify"&gt;   &lt;/p&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Hasil-hasilnya dapat dipakai      untuk :&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol type="a"&gt;&lt;p align="justify"&gt;   &lt;/p&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Memperbaiki alat sehingga lebih      berdaya guna (efisien)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;p align="justify"&gt;   &lt;/p&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Memperbaiki alat ukur agar lebih      andal&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;p align="justify"&gt;   &lt;/p&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Menggali buku pelajaran SLTA      meupun universitas untuk mencari teori-teori yang mendasar percobaan ini.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Alat itu merupakan    seng yang dicat hitam untuk menangkap cahaya matahari. Panas itu diberikan ke    udara lewat kawat ayam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Pengukur kelembaban    berupa termometer basah-kering dua pasang. Satu untuk udara yang memasuki alat    dan satu untuk udara yang meniggalkan alat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Dalam cara yang    lebih canggih udara dialirkan dengan alat, misalnya kipas, kompresoe, dan lain-lain.    Namun disini dibiarkan mengalir sendiri karena udara panas akan mengalir ke    atas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3416939160222373090-7653644071489793203?l=buzer-artikelpendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buzer-artikelpendidikan.blogspot.com/feeds/7653644071489793203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3416939160222373090&amp;postID=7653644071489793203' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3416939160222373090/posts/default/7653644071489793203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3416939160222373090/posts/default/7653644071489793203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buzer-artikelpendidikan.blogspot.com/2008/05/mengeringkan-dan-menjemur-telah-biasa.html' title='Temperatur dan Kelembaban Udara Dalam Unit Penangkapan Energi Matahari Sederhana'/><author><name>SealLovers</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06160867549917410251</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
